Koran Sunda – Untuk memperingati HUT ke 80 RI biasanya setiap kecamatan atau bahkan setiap desa mempunyai cara unik untuk menghias daerahnya agar terlihat berbeda dalam merayakan momen memperingati HUT ke 80 RI. Salah satunya yang terjadi di Bandung, sedang ramai di perbincangkan ada salah satu daerah yang membuat sebuah replika burung garuda bahkan tingginya setinggi 1,5 meter.
Pembuatan Replika burung garuda tersebut sangat unik sekali mengingat dilengkapi dengan beberapa ubahan yang di lakukan sehingga membuatnya menjadi terlihat realistis. Lalu daerah mana yang membuat hiasan replika garuda tersebut pasti penasaran kan? Ubahan apa yang di lakukan sehingga terlihat realistis?
Tim koran sunda berhasil mengutip dari salah satu sumber ayobandung.com, (11/8/2025) Bahwa lokasi di buatnya replika burung garuda yang memiliki tinggi 1,5 meter tersebut berada di Desa Jatihandap, Kec. Mandalajati, Bandung. Replika garuda ini dibuat bertujuan untuk memperingati peringatan HUT ke 80 RI oleh salahsatu warga yang berada di Desa Jatihandap bernama Haji Bambang.
Proses pembuatan replika burung garuda tersebut memakan waktu selama tiga mingguaan dengan besaran biaya anggaran yang di keluarkan hampir mencapai Rp 2 juta. Perlu di ketahui pembuatan replika tersebut dibuat menggunakan limbah barang bekas yang sudah tidak terpakai. Uniknya lagi ada salah satu ubahan yang membuat replikas tersebut menjadi lebih kelihatan lebih realistis.
Ubahan tersebut adalah adanya penggunaan sebuah speaker yang bisa mengeluarkan bunyi burung garuda di jam-jam tertentu bahkan bisa bergerak mengepakkan sayapnya seolah-olah seperti burung garuda aslinya. Untuk pembuatan sayap replika burung garuda ini sepanjang hampir 3 meter.
Untuk bahan yang di gunakan dalam proses pembuatan replika burung ini juga menggunakan bahan-bahan yang tahan air sehingga aman ketika mendadak hujan. Bagian matanya yang memiliki sorot mata tajam membuat bahkan membuat takut warga ketika melintas dan ditambah lagi ketika melihat replika burung garuda tersebut di malam pada malam hari.
Bahkan paruh burung garuda nya sendiri juga bisa terbuka cukup lebar seperti burung yang asli sehingga menambahkan kesan realistis nya. Viralnya replika burung garuda ini membuat orang-orang dari daerah lain datang untuk sekedar melihatnya karena penasaran dan tidak lupa untuk mengabadikannya dengan foto dan juga video.
