Tasikmalaya – Kawasan wisata keluarga air panas di Tasikmalaya, tetap menjadi destinasi favorit warga pada 2026. Harga tiket masuk yang relatif murah serta jam operasional yang panjang membuat pemandian air panas ini ramai di kunjungi keluarga, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
Harga Tiket Cipanas Galunggung 2026
Berdasarkan pantauan di lapangan pada awal 2026, tarif masuk ke kawasan wisata Cipanas Galunggung masih berada di kisaran yang terjangkau bagi masyarakat lokal. Pengunjung di kenakan biaya tiket sekitar Rp15.000 hingga Rp25.000 per orang, tergantung pada hari kunjungan.
Pada hari biasa, harga cenderung lebih rendah di bandingkan akhir pekan atau musim liburan sekolah. Sementara itu, biaya tambahan diberlakukan untuk beberapa fasilitas di Cipanas Galunggung penunjang seperti kolam privat dan penyewaan perlengkapan mandi.
Retribusi parkir juga di berlakukan dengan kisaran Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk kendaraan roda empat. Tarif ini dikelola oleh petugas setempat yang sebagian besar merupakan warga sekitar Desa Linggajati dan Sukaratu.
Murahnya biaya masuk menjadi salah satu alasan utama tingginya minat kunjungan. Banyak keluarga dari wilayah Priangan Timur memilih lokasi ini sebagai alternatif wisata yang tidak menguras anggaran.
Jam Buka dan Waktu Favorit Pengunjung
Cipanas Galunggung di buka setiap hari dengan jam operasional yang cukup fleksibel. Kawasan ini mulai melayani pengunjung sejak pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Namun, beberapa kolam tertentu tetap dapat di akses hingga malam hari, khususnya pada akhir pekan. Pengelola biasanya menyesuaikan jam operasional dengan kondisi pengunjung dan faktor cuaca di kawasan kaki Gunung Galunggung.
Waktu kunjungan paling ramai terjadi pada Sabtu dan Minggu, terutama antara pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Pada jam tersebut, area kolam utama sering di penuhi wisatawan dari luar daerah seperti Garut dan Ciamis.
“Kalau ingin lebih nyaman, sebaiknya datang pagi hari sebelum ramai,” ujar Rina (34), pengunjung asal Kecamatan Cisayong yang rutin membawa keluarganya berlibur ke lokasi ini.
Dampak Ekonomi bagi Warga Sekitar
Aktivitas wisata di Cipanas Galunggung memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat di sekitar Kecamatan Sukaratu. Warga memanfaatkan peluang dengan membuka usaha kuliner, penyewaan tikar, hingga jasa penitipan barang.
Selain itu, sejumlah rumah warga kini di fungsikan sebagai penginapan sederhana bagi wisatawan luar kota. Tarif yang di tawarkan relatif murah, sehingga menarik minat keluarga dengan anggaran terbatas.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui dinas pariwisata terus mendorong pengelolaan berbasis masyarakat. Hal ini di lakukan agar manfaat ekonomi dapat di rasakan langsung oleh warga sekitar.
Namun, peningkatan jumlah pengunjung juga menimbulkan tantangan baru, terutama terkait pengelolaan sampah dan kepadatan kendaraan saat akhir pekan. Aparat desa bersama pengelola wisata kini rutin melakukan pengawasan di area parkir dan jalur masuk.
“Kami mengimbau pengunjung untuk tetap tertib dan menjaga kebersihan. Ini tanggung jawab bersama,” ujar salah satu petugas pengelola.
Penutup:
Dengan harga tiket yang masih terjangkau dan jam operasional yang fleksibel, Cipanas Galunggung di Tasikmalaya tetap menjadi pilihan utama wisata keluarga di Jawa Barat. Pemerintah daerah mengingatkan pengunjung untuk mematuhi aturan, menjaga keselamatan, serta tidak merusak lingkungan agar keberlanjutan wisata tetap terjaga.

Komentar
Komentar ditutup.