Dugaan Pelaku Pembunuh Putri Apriyani Terlihat di Celangcang Cirebon
Beranda » Blog » Dugaan Pelaku Pembunuhan Putri Apriyani Terlihat di Celangcang Cirebon

Dugaan Pelaku Pembunuhan Putri Apriyani Terlihat di Celangcang Cirebon

Koran Sunda – Desas-desus keberadaan dugaan pelaku pembunuhan Putri Apriyani kembali mencuat dan menjadi perhatian warga Jawa Barat, khususnya Indramayu dan Cirebon.

Informasi tersebut beredar setelah muncul pernyataan dari pengacara keluarga korban terkait dugaan lokasi pelarian tersangka di wilayah Cirebon.

Kasus ini melibatkan Putri Apriyani, perempuan berusia 24 tahun, warga Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dugaan pelaku pembunuhan adalah Bipda Alvian Maulana Sinaga, oknum anggota kepolisian yang telah di tetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan terbaru di sampaikan oleh Toni RM, selaku pengacara keluarga mendiang Putri Apriyani, kepada publik melalui media sosial.

Longsor Dusun Calingcing Argapura Majalengka, Lahan Pertanian Warga Tertimbun Material

Toni RM menyebut adanya informasi keberadaan tersangka di wilayah Celangcang, Kota Cirebon, berdasarkan rangkaian hasil penyidikan internal kepolisian.

Pernyataan tersebut di kutip dari sebuah video yang tayang di akun pribadi Toni RM dan menjadi perbincangan luas masyarakat.

Dalam video itu, Toni menjelaskan kronologi pelarian tersangka usai di duga melakukan pembunuhan terhadap korban yang merupakan pacarnya.

Menurut Toni, informasi tersebut bukan spekulasi, melainkan berdasarkan hasil penyidikan Propam Polda Jawa Barat yang sedang berjalan.

Penyidikan Propam Polda Jawa Barat di lakukan dengan menelusuri rekaman kamera pengintai atau CCTV di sejumlah lokasi penting.

Bupati Imron Dorong Pramuka Kabupaten Cirebon Perkuat Karakter Generasi Muda

Rekaman CCTV tersebut terpasang di rumah kos korban serta beberapa titik lain yang berkaitan dengan pergerakan tersangka.

Hasil penyidikan itu kemudian di paparkan dalam persidangan kode etik yang di gelar di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung.

Dalam persidangan kode etik tersebut, identitas tersangka dipastikan sebagai Alvian Maulana Sinaga berdasarkan alat bukti kuat.

Bukti rekaman CCTV menunjukkan pada Jumat, 8 Agustus 2025, sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka memasuki kamar kos korban.

Rekaman tersebut menjadi bagian penting dalam mengungkap kronologi peristiwa sebelum Putri Apriyani ditemukan meninggal dunia.

7 ASN Majalengka Dipecat dan Dua Diturunkan Jabatannya, BKPSDM Tegaskan Penegakan Disiplin Aparatur

Kemudian, pada Sabtu, 9 Agustus 2025, sekitar pukul 05.40 WIB, tersangka terlihat keluar dari kamar kos tersebut.

Pergerakan tersangka setelah keluar dari kamar kos itulah yang hingga kini masih menjadi fokus pencarian aparat kepolisian.

Toni RM menyampaikan bahwa hingga Rabu, 20 Agustus 2025, keberadaan tersangka masih belum diketahui secara pasti.

Pihak kepolisian terus melakukan pencarian intensif terhadap tersangka di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Cirebon dan sekitarnya.

Isu keberadaan tersangka di Celangcang, Cirebon, memicu kekhawatiran warga dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat setempat.

Warga Indramayu juga masih aktif mengikuti perkembangan kasus ini karena korban merupakan warga asli daerah tersebut.

Kasus dugaan pembunuhan Putri Apriyani masih menjadi perbincangan hangat di lingkungan Desa Rambatan Kulon dan Kecamatan Sindang.

Banyak warga berharap aparat kepolisian segera menangkap tersangka demi memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Sebelumnya, Polres Indramayu telah menyampaikan bahwa penyelidikan di lakukan dengan metode scientific investigation secara menyeluruh.

Kasie Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menjelaskan penyidik mengedepankan pendekatan ilmiah dalam mengungkap kasus tersebut.

Penyidik terus mengumpulkan alat bukti tambahan dan memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

AKP Tarno menegaskan bahwa proses hukum berjalan transparan dan profesional meskipun tersangka merupakan oknum aparat.

Polda Jawa Barat juga memastikan tidak akan memberikan perlakuan khusus terhadap tersangka dalam penanganan kasus pidana ini.

Pemerintah daerah Indramayu meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Tokoh masyarakat setempat mengimbau warga agar menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum berwenang.

Masyarakat yang mengetahui informasi keberadaan tersangka di minta segera melapor kepada kepolisian terdekat di wilayahnya.

Pihak keluarga korban berharap tersangka segera di tangkap agar kasus ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan keresahan sosial.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum tegas dan adil demi menjaga kepercayaan publik di Jawa Barat.

Sponsor Ads

Berita Populer

01

Klub Malam Brotherhood Bunker Ciumbuleuit Bandung Viral Pesta Sabun, Pemkot Turun Langsung

02

Penemuan Jasad Bocah 11 Tahun Ditemukan di Toilet Masjid Desa Sadasari Argapura Majalengka

03

18.187 Warga Bogor Kehilangan BPJS Gratis Banyak Keluarga YangTerdampak

04

5 Kota Termiskin Di Jawa Barat Tahun 2025 Majalengka Urutan Ke 4

05

Atalia Praratya DPR RI: Profil Lengkap, Perjalanan Politik, dan Kiprahnya Sebagai Perempuan Inspiratif dari Jawa Barat

06

Longsor Dusun Calingcing Argapura Majalengka, Lahan Pertanian Warga Tertimbun Material

07

Operator Seluler Paling Banyak Digunakan di Indonesia 2026, Telkomsel Dominan di Jawa Barat

Berita Terbaru